Oleh : Amalia Mardiana Ramadhani - 2011
ABSTRAK
Salah satu cara perusahaan mempertahankan konsumen internal adalah membuat program aplikasi yang dapat menunjang proses bisnis. Sub Direktorat Teknologi PT. Pos Indonesia (Persero) membuat produk aplikasi layanan (bisnis) untuk dapat membantu menjalankan segala transaksi perusahaan. Beberapa produk aplikasi layanan (bisnis) yang dibuat oleh Sub Direktorat Teknologi PT. Pos Indonesia (Persero) yaitu IPOS, SOPP, RSPOS , RITEL, GIRO, FUND DISTRIBUTION, BLT. Namun hingga saat ini, tidak semua konsumen internal Sub. Direktorat Teknologi PT. Pos Indonesia (Persero) dapat dengan mudah menerima dan menggunakan aplikasi yang dibuat, dapat dilihat dari berbagai keluhan yang diterima. Maka dari itu dibuat penelitian dengan maksud untuk mengetahui tingkat penerimaan teknologi produk aplikasi layanan IPOS oleh konsumen internal PT. Pos Indonesia (Persero) selama ini.
Penerimaan teknologi konsumen internal PT. Pos Indonesia (Persero) dapat diketahui menggunakan adopsi teknologi informasi atau dikenal dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Tenik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 75 sampel konsumen internal pengguna aplikasi IPOS. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisis Deskriptif, menunjukkan akumulatif persentase dari tiap dimensi.
Bedasarkan hasil analisis diketahui bahwa sebanyak 45 responden pengguna IPOS bereaksi setuju dalam menerima teknologi aplikasi layanan IPOS yang dibuat dan dikembangkan oleh Sub Direktorat Teknologi PT. Pos Indonesi (Persero). Namun terdapat pernyataan tidak setuju dalam indikator kemudahan dalam mengakses, karena aplikasi IPOS sampai saat ini masih sangat terbatas dalam jaringan, sehingga sering offline dan menghambat transaksi perusahaan.
Kata Kunci : Technology Acceptance Model (TAM) , Sistem Informasi, IPOS, Konsumen Internal.A. Latar Belakang Penelitian
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berdampak pada persaingan dunia usaha yang semakin meningkat, baik perusahaan yang bergerak pada industri perdagangan maupun industri jasa. Keberhasilan perusahaan dalam memenengkan persaingan dapat dicapai apabila perusahaan mampu menciptakan loyalitas konsumen. Konsumen terbagi menjadi dua, yaitu konsumen eksternal dan konsumen internal. Menurut Imber (2000 :156) konsumen eksternal adalah semua orang yang berada di luar organisasi yang menerima layanan penyerahan barang atau jasa dari organisasi. Konsumen internal adalah orang–orang atau pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap maju mundurnya perusahaaan.
Salah satu cara perusahaan mempertahankan konsumen internal adalah membuat . . . . . . .(baca_selengkapnya )Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management). e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar